Update windows 8 menjadi windows 8.1

windows 8.1 (codenamed  blue) adalah major update dari windows 8. salah satu perubahan pada tampilan adalah kembali munculnya start button, namun fungsinya tidak seperti windows sebelumnya tetapi start button akan membawa anda ke start screen. untuk fitur-fitur windows 8.1 bisa dibaca di detik inet.

setelah di release tanggal 17 oktober 2013, setelah koneksi internet mendukung akhirnya saya memutuskan untuk mencoba windows 8.1 ini.

warning : backup dulu data dan aplikasi sebelum update ke windows 8.1 karena prosess update akan menghapusnya.

percobaan pertama, update via windows store.

update via windows store

update via windows store

hasilnya gagal terus.

inilah koneksi indonesia,  download file sebesar 2,42 GB terasa sangat lama. Ditambah lagi pada windows store download progressnya tidak informatif dan sering failed.

note : update dari windows store katanya tidak memerlukan product key baru.

download dengan cara lain

cari-cari ketemu juga cara lain download update windows 8.1 selain dari windows store.

download downloadernya di -> http://windows.microsoft.com/en-us/windows-8/upgrade-product-key-only

note : update dengan cara ini memerlukan product key yang berbeda dengan product key windows 8. untung akun saya di msdn upi masih aktif :D

Akhirnya

windows 8.1

windows 8.1

 

Posted in Catatan Teknis, Operating System | Tagged | Leave a comment

Peraturan Baru Parkiran UPI

hari jumat, 11 januari 2013 saya pergi ke kampus pakai baju putih dan jeans hitam (gak penting) :)

yang penting itu dibagikannya surat cinta edaran sama pak satpam.

intinya tempat parkiran motor bakal dipusatkan di 4(empat) tempat.

  • di sekitar FPTK untuk bagian selatan
  • di samping BNI, sekitar LPPM, depan Gymnasium untuk bagian utara
  • gerbang samping Koramil sukasari bakal selalu dibuka(sebelumnya cuma dibuka kalau ada wisuda)

Peraturan ini mulai berlaku hari senin 14 januari 2013

saya mendukung kebijakan ini, karena

  • Mengurangi polusi udara di dalam kampus.
  • Lebih sehat
  • Lebih rapi (mungkin)

Setiap aturan pasti ada pro dan kontra. Mari kita lihat bagaimana implementasi aturan ini

Posted in UPI | Tagged | 2 Comments

Download Manager

akhir-akhir ini beberapa teman bertanya, kok gk pakai idm (Internet Download Manager)?
gk bro, saya pakai fdm (free download manager)

berapa waktu lalu, teman menemukan celah di salah satu provider internet. bisa internetan/download kenceng unlimited dengan harga murah. Jadinya pada ngebandingin berapa speed download ditempat masing2.

Untuk masalah kecepatan (download accelerator) IDM memang numero uno. tapi IDM itu gk gratis. Emang sih banyak crackan nya tapi saya mencoba menghargai software orang lain.

bikin software itu gk mudah masbro…

emang software di laptop lo asli semua???

emang sih belum 100%, masih ada 5 yang ngecrack, hehe. semoga kedepannya bisa 100% software asli

oh ya, bagi yang mau beli lisensi IDM, harganya gk mahal kok, cuma sekitar 200 ribuan buat seumur hidup.

bagi yang gak mampu/mau beli, banyak kok software download manager yang free.

free download manager, orbit downloader, addon downThemAll dll

free download manager screenshot

free download manager screenshot

saya pakenya free download manager. sudah gratis banyak fiturnya juga. Selain bisa download flash video seperti youtube, fdm juga bisa download torrent, bisa juga website copier(HTML spider) dll

jadi free download manager = idm+bitTorrent+httTrack :)

catatan: speed download pada screenshot waktu pakai provider axis habis quota, jadinya cuma dapet 12 KB/s

Posted in Internet, Opini | Leave a comment

#macro socket ic zif/textool eagle 3D povray

namanya socket textool, itu kata salah satu pemilik toko di jayaplaza.

socket 3m textool zif

socket 3m textool zif

tapi kalau nyari komponen “textool” di library eagle tidak akan ketemu. Tau gak masbro, ternyata textool itu nama merek, lengkapnya 3M textool. nama jenis socket ini sebenarnya adalah ZIF(Zero Insertion Force)

Di postingan ini saya mau share #macro buat komponen ini, karena socket zif belum ada di library komponen eagle 3D povray. siapa tau masbro pada butuh, jadi tidak perlu bikin lagi. tapi untuk ukurannya tidak terlalu presisi karena waktu ngegambarnya, saya mengukurnya pake penggaris cm

oh ya, bagi yang belum tau, di eagle 3D pov ray, satu mm = satu unit.

hasil render socket ic zif/textool eagle 3D povray

hasil render socket ic zif/textool

hasil render socket ic zif/textool

#macronya

//#macro zif socket by ruly anggriawan

#macro socketZif(w,l,wBetweenPinDown,wBetweenPinUp,wPinUp,lPinUp,wSideUp,handleLength,pins)
union{
        union{
                #if(pins=28)
                IC_DIS_DIP_GRND(28,28,3,3.2,"ATMEGA 168","ATMEL")
                #else
                IC_DIS_DIP_GRND(40,40,6,3.2,"ATMEGA 8535","ATMEL")
                #end
                translate<-(l/2), 10 ,-(w/2)>
                rotate<0,180,0>

        }
        //pins down
        union{
                #local xi=0;
                #local i=(pins/2);
                #while (xi<i)
                        box {
                                <(xi*2.5)+7, -3.5, 3.5>,
                                <(xi*2.5)+0.5+7, 0, 1+3.5>

                        }
                        box {
                                <(xi*2.5)+7, -3.5, 3.5+wBetweenPinDown>,
                                <(xi*2.5)+0.5+7, 0, 1+3.5+wBetweenPinDown>

                        }

                        #local xi=xi+1;
                #end
                texture{col_silver}
        }
        union{//kotak utama textool
                difference{
                        union{
                                box {
                                        <0, 0, 0>,
                                        <l-6, 11, w>
                                }
                                box{
                                        <l-6, 0, 0>,
                                        <l, 11, w-2>
                                }
                                box{
                                        <44, 0, w-2>,
                                        <l, 5, w>
                                }

                        }
                        union{//up hole
                              box {
                                        <6, 8, wSideUp>,
                                        <6+lPinUp, 12, wSideUp+wPinUp>
                                }
                              box{
                                        <6, 8, wSideUp+wPinUp+wBetweenPinUp>,
                                        <6+lPinUp, 12, wSideUp+(2*wPinUp)+wBetweenPinUp>
                              }
                        }
                        texture{
                                pigment{LimeGreen}
                        }
                }
                union{//up pins
                #local xi=0;
                #local i=pins/2;
                #while (xi<i)
                        box {
                                <(xi*2.5)+7      , 8 ,       0+wSideUp>,
                                <(xi*2.5)+0.2+7  , 9.5    , wPinUp+ wSideUp>

                        }
                        box {
                                <(xi*2.5)+7,     8   , wPinUp+wBetweenPinUp+wSideUp>,
                                <(xi*2.5)+0.2+7, 9.5 , (2*wPinUp)+wBetweenPinUp+wSideUp>

                        }

                        #local xi=xi+1;
                #end
                texture{col_silver}
                }

        }
        union{//pengunci
                union{

                        difference{//bending

                        torus{
                                2, 0.75
                             }

                             union{
                                box {
                                                <-4, -4, -4>,
                                                <4, 4, 0>
                                }
                                box{
                                        <0, -4,0>,
                                        <4, 4, 4>
                                }
                            }
                            translate<2,0,0>    

                        }
                        //tiang
                        cylinder{
                                <2, 0, 2>,
                                <2.5+handleLength, 0, 2>,
                                0.75

                        }

                        texture{
                                                col_silver
                                }
                }
                union{
                        cylinder{
                                <4.5+handleLength, 0, 2>,
                                <6.5+handleLength, 0, 2>,
                                2.5
                        }
                        difference{
                                sphere{
                                        <4.5+handleLength,0,2>,
                                        2.5

                                }
                                box{
                                        <4.5+handleLength, -3, -3>,
                                        <8+handleLength, 3,5>
                                }
                        }
                        difference{
                                sphere{
                                        <6.5+handleLength,0,2>,
                                        2.5

                                }
                                box{
                                        <2+handleLength, -3, -3>,
                                        <6.5+handleLength, 3,5>
                                }
                        }
                        texture{
                                pigment{LimeGreen}
                        }
                }
        translate<l-5,6,w-2>
        } 	        

}
#end

#macro socketZifDil28Point3Inch()
object{socketZif(15,50,7,3.5,4.25,36,1.5,10,28)}
#end

#macro socketZifDil28Point6Inch()
object{socketZif(22,50,14,4.5,6.75,36,2,10,28)}
#end

#macro socketZifDil40Point6Inch()
object{
                socketZif(22,65,14,4.5,6.75,51,2,12,40)

        }
#end

catatan: socket zif/textool gambar sendiri tapi ic atmeganya manggil dari library yang udah ada

 

Posted in Elektronika, Microcontroller | Tagged , | Leave a comment

POV RAY Code Buat Arduino Shield Library, Eagle 3D

salah satu cara mudah mendesain arduino shield di eagle adalah menggunakan sparkfun library. Dilibrary ini sudah ada komponen arduino shield(skematik n layout). arduino shield adalah gabungan 4 komponen yaitu 2 female header 1×8 dan 2 female header 1×6. kalau kita mendesain arduino shield dengan cara biasa sering kali terjadi salah ukuran antara female header ini sehingga tidak klop dengan arduino board atau arduino shield yang lain. kalau menggunakan komponen arduino shield ini, arduino shield dijamin pasti klop.

arduino shield eagle sparkfun library

arduino shield eagle sparkfun library

namun, ketika kita ingin merender gambar PCB menggunakan POV ray, komponen arduino shield ini tidak tergambar, hanya ada lubang di PCB.

jika kalian bingung bagaimana caranya merender komponen arduino shield ini, ini ada sedikit solusi dari saya.

konsepnya, arduino shield ini adalah 2 buah female header 1×8 yang digabungkan dengan 2 buah female header 1×6. untuk female header sendiri, di eagle 3D povray sudah tersedia di file connector.inc, jadi kita tinggal copy edit :)

begini caranya

1. buka file connector.inc

file ini ada di directory tempat menginstall eagle 3D pov-ray

2. tambahkan macro ini

// adding for arduino shield(spark fun library)
#macro arduinoShield(typeShield)
        #declare differentTypeShield = "ARDUINO_SHIELDNO_SILK";//DUEMILANOVE_VIAS
        #if(strcmp(typeShield,differentTypeShield)=0)
                #declare differentX = 12.5;
        #else
                #declare differentX = 0;
        #end

        union{
                object{
                        BL_1X8()translate<45.325800-differentX,0.000000,-2.683400>rotate<0,270.000000,0>//pin digital 0-7

                }
                object{
                        BL_1X8()translate<23.485000-differentX,0.000000,-2.641800>rotate<0,270.000000,0>//pin digital 7-
                }

                object{
                        BL_1X6()translate<30.092000-differentX,0.000000,-50.814700>rotate<0,270.000000,0>//power
                }

                object{
                        BL_1X6()translate<47.970400-differentX,0.000000,-50.892600> rotate<0,270.000000,0>//analog
                }
        }
#end

di file connector.inc anda akan melihat banyak #macro. di pov-ray #macro adalah sejenis prosedur

3. buka file 3dusrpac.dat dan tambahkan code berikut

DUEMILANOVE_SHIELD:0:1:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:arduinoShield(::
DUEMILANOVE_SHIELD_LONGPADS:0:1:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:arduinoShield(::
DUEMILANOVE_SHIELD_NOHOLES:0:1:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:arduinoShield(::
DUEMILANOVE_SHIELD_NOHOLES_NOLABELS:0:1:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:arduinoShield(::
DUEMILANOVE_SHIELD_NOLABELS:0:1:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:arduinoShield(::
DUEMILANOVE_VIAS:0:1:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:0:arduinoShield(::

code ini buat nge-link komponen arduino shield sparkfun dengan macro yang anda tambahkan sebelumnya.

4. selesai, sekarang anda tinggal merender ulang

berikut contoh komponen arduino shild hasil render

arduinoShield eagle 3D

arduinoShield eagle 3D

semoga membantu

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Posted in Elektronika, Graphics | Tagged , , | Leave a comment